PATI – Program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dalam kegiatan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, diwarnai insiden mengejutkan.
Sebuah rumah warga dilaporkan roboh mendadak, saat proses pembongkaran, Rabu (22/4/2026).
Rumah yang ambruk diketahui milik Joko Sanyotho (40), seorang petani yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi rapuh.
Pembongkaran dilakukan sebagai tahap awal, sebelum pembangunan rumah baru yang lebih layak.
Menurut informasi yang dihimpun, kejadian terjadi ketika beberapa bagian struktur rumah sudah mulai dilepas.
Kondisi rangka bangunan yang tidak lagi kokoh membuat rumah kehilangan keseimbangan. Dalam waktu singkat, bangunan tersebut ambruk total dan meninggalkan puing-puing material.
Perangkat Desa Godo, Hendi Susilo (42), menyatakan bahwa peristiwa berlangsung cepat tanpa adanya tanda-tanda awal.
Warga yang menyaksikan kejadian sempat terkejut dan panik, namun langsung menjauh untuk menghindari potensi bahaya.
Ketua RT 08, Supeno (56), menjelaskan bahwa pembongkaran masih pada tahap awal. Ia memastikan bahwa sebelum pembongkaran dimulai, warga sudah diarahkan untuk menjaga jarak aman.
“Bangunan tiba-tiba ambruk saat proses pembongkaran berlangsung. Tidak ada korban karena warga sudah menjauh untuk keamanan,” ujar Supeno kepada wartawan
Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Kerugian diperkirakan hanya berupa material bangunan.
Nilainya dinilai tidak terlalu besar, karena rumah memang sudah direncanakan untuk dibangun ulang.
Dari hasil penelusuran di lapangan, robohnya rumah dipastikan bukan akibat cuaca ekstrem. saat kejadian tidak terjadi hujan deras maupun angin kencang.
Penyebab utama diduga murni faktor teknis pembongkaran, karena struktur rumah yang sudah lapuk tidak mampu menahan beban setelah sebagian penyangga dilepas.
Program RTLH dalam TMMD Reguler ke-128 merupakan bagian dari agenda pembangunan desa yang menyasar warga kurang mampu, agar mendapatkan hunian lebih layak.
Selain pembangunan rumah, TMMD juga dikenal melibatkan kegiatan infrastruktur dan sosial kemasyarakatan.
Meski insiden ini sempat menjadi perhatian warga, pihak pelaksana memastikan program rehabilitasi tidak akan terhenti. Pembangunan rumah akan tetap berjalan sesuai jadwal.
Namun demikian, insiden robohnya rumah tersebut menjadi peringatan penting agar proses pembongkaran rumah tua dilakukan dengan perhitungan matang.
Keselamatan pekerja dan warga sekitar harus menjadi prioritas utama. dengan keberlanjutan program TMMD
Masyarakat berharap rumah milik Joko Sanyotho dapat segera dibangun kembali, agar bisa menjadi hunian yang lebih sehat, kuat dan nyaman untuk keluarga kecilnya.(red)






















Discussion about this post