SEMARANG – Ketua Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Eks Karesidenan Pati, Agus Kliwir menegaskan bahwa kerjasama publikasi yang menggunakan anggaran negara wajib dilakukan secara selektif dan profesional, Selasa (19/5/2026).
Ia menyebut masih banyak instansi pemerintah, termasuk unsur TNI dan Polri, yang melakukan kerjasama publikasi tanpa mengecek kelayakan perusahaan pers yang menjadi mitra.
Menurutnya, pola kerjasama yang tidak terukur ini menjadi celah tumbuhnya media abal-abal, yang hanya muncul untuk mengejar proyek.
“Kalau publikasi menggunakan uang negara, harus jelas perusahaan media legal dan profesional.
Jangan sampai anggaran justru dinikmati perusahaan pers yang tidak jelas,” tegas Agus Kliwir dihadapan wartawan
Ia menjelaskan, SMSI merupakan organisasi perusahaan pers yang telah menjadi konstituen resmi Dewan Pers, sehingga memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem pers nasional.
Dalam sistem Dewan Pers, konstituen terbagi menjadi dua kelompok, yaitu organisasi profesi wartawan dan organisasi perusahaan pers.
SMSI berada pada kelompok organisasi perusahaan pers yang sudah diverifikasi. Agus Kliwir mengingatkan kerjasama publikasi
Tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan kedekatan personal, atau kepentingan tertentu. Menurutnya, instansi harus memastikan
Media yang diajak bekerjasama memiliki badan hukum struktur redaksi, serta menjalankan produk jurnalistik sesuai kaidah.
“Bukan soal besar kecilnya media, tapi soal profesionalitasnya. perusahaan media itu harus jelas alamatnya, jelas kantornya, jelas redaksinya, dan jelas tanggung jawab pemberitaannya,” ujarnya.
Agus Kliwir menambahkan, bahwa SMSI harus dilibatkan sebagai garda depan dalam memberikan rekomendasi, dan penilaian terhadap perusahaan media yang layak menerima kerjasama publikasi.
Jika instansi mengabaikan peran organisasi konstituen, Agus Kliwir menilai risiko penyimpangan anggaran semakin besar.
“SMSI itu benteng moral perusahaan pers. Kalau kerjasama publikasi melibatkan SMSI, maka semuanya akan lebih transparan, jelas dan tidak menimbulkan masalah,” pungkasnya.(red)






















Discussion about this post