PATI – Polemik pembangunan KDMP di Desa Sukobubuk, kini berkembang menjadi persoalan serius yang mengancam stabilitas sosial masyarakat.
Program yang seharusnya menjadi simbol kemajuan desa, justru berubah menjadi sumber ketegangan yang memicu gelombang protes warga, Sabtu (28/3/2026).
Kegaduhan ini mencuat setelah digelar rapat internal yang melibatkan berbagai unsur desa, mulai dari tokoh masyarakat, BPD, RT/RW, LMDH, hingga perangkat desa.
“Namun alih-alih meredam, rapat tersebut justru membuka banyak persoalan baru yang selama ini tidak pernah dijelaskan kepada publik.
Dalam rapat itu, muncul kritik keras terkait dugaan minimnya transparansi pemerintah desa, dalam menentukan lokasi pembangunan KDMP.
Banyak warga menilai keputusan lokasi dilakukan secara sepihak, tanpa melalui musyawarah terbuka yang seharusnya menjadi dasar utama dalam pembangunan desa.
Warga mengaku “dikejutkan” dengan kabar bahwa pembangunan KDMP akan diarahkan ke lapangan desa.
Lokasi tersebut selama ini dikenal sebagai ruang publik, tempat kegiatan warga berlangsung. Ketika muncul rencana pembangunan di area itu
Masyarakat menilai pemerintah desa, seolah tidak memahami nilai sosial untk kegunaan lapangan
Ironisnya, rapat tersebut membuktikan bahwa banyak peserta forum tidak benar-benar memahami keputusan lokasi awal.
Fakta itu semakin mempertegas adanya celah besar, dalam komunikasi pemerintah desa kepada masyarakat.
Di hadapan tekanan yang semakin kuat, Kepala Desa Sukobubuk, Saman akhirnya mengakui adanya miskomunikasi.
Ia menyampaikan permintaan maaf kepada warga secara terbuka, dan memastikan rencana lokasi awal akan dialihkan.
“Untuk ke depan, pihak desa akan mengalihkan lokasi pembangunan KDMP,” ujar Saman kepada wartawan saat dilokasi
Dia mengakui bahwa polemik yang berkembang telah menimbulkan keresahan luas, dan berpotensi memicu perpecahan. jika tidak segera diatasi
“Karena itu, pihak desa berencana menggelar musyawarah desa secara resmi, agar keputusan pembangunan benar-benar diputuskan secara bersama.
“Permintaan maaf kami haturkan bagi warga. Jika kemarin lokasi KDMP di lapangan, nanti ke depan kami alihkan,” tambahnya.
Polemik KDMP Sukobubuk, kini menjadi sorotan. karena memperlihatkan betapa rapuhnya pembangunan jika dilakukan tanpa komunikasi sehat.
Maka di dalam musyawarah desa yang dijanjikan, tidak hanya menjadi panggung formalitas untuk meredam amarah
Tetapi menjadi forum nyata untuk menentukan masa depan desa secara adil dan terbuka. Jika tidak
Proyek KDMP dikhawatirkan hanya akan menjadi bom waktu, yang memecah persatuan masyarakat Desa Sukobubuk.(red)





















Discussion about this post