SEMARANG – Ketua Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Eks Karesidenan Pati, A.S Agus Samudra atau Agus Kliwir
Ia menegaskan pentingnya ketegasan pemerintah dalam menentukan mitra publikasi, khususnya dalam penggunaan anggaran kerjasama media.
SMSI mengingatkan bahwa kerjasama publikasi, tidak bisa dilakukan sembarangan. karena berkaitan dengan penyampaian informasi resmi kepada masyarakat, sekaligus menyangkut akuntabilitas anggaran negara.
Menurut Agus Kliwir, masih banyak instansi yang belum selektif dalam memilih media, sehingga membuka peluang masuknya perusahaan pers yang belum memiliki legalitas jelas.
“Kalau kerjasama publikasi dilakukan dengan media yang tidak sesuai aturan Dewan Pers, maka bisa berpotensi menimbulkan masalah.
Ini bukan hanya soal berita, tetapi soal pertanggungjawaban anggaran,” ujar Agus Kliwir saat memberikan pernyataan di hadapan wartawan, Senin (27/4/2026).
Dia menjelaskan bahwa SMSI merupakan konstituen Dewan Pers yang menaungi perusahaan pers yang telah diakui secara resmi.
Karena itu, SMSI mendorong agar perusahaan media di Indonesia tertib administrasi dan tertib legalitas.
Agus Kliwir menilai verifikasi perusahaan pers sangat penting sebagai standar profesionalisme, sekaligus memastikan media menjalankan fungsi kontrol sosial dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik.
“Media yang tidak sesuai aturan Dewan Pers bisa dikatakan ilegal. jika ilegal, maka tidak bisa dipertanggungjawabkan secara kelembagaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, SMSI meminta pemerintah daerah, provinsi, pusat hingga jajaran TNI-Polri untuk membangun pola kerjasama publikasi yang sehat dan transparan.
Menurutnya, publikasi yang baik bukan hanya menguntungkan instansi, namun juga memberikan edukasi dan informasi akurat bagi masyarakat.
Dengan adanya seleksi ketat terhadap perusahaan pers, iklim media akan semakin profesional, sekaligus mendorong perusahaan media yang belum tertib agar segera berbenah.
“Pilih media yang jelas legalitasnya, sehingga kerjasama publikasi bisa berjalan profesional dan terpercaya,” pungkasnya.(red)





















Discussion about this post