SEMARANG – Langkah besar dalam perang melawan korupsi terjadi di wilayah Jawa Tengah. Sebanyak 35 bupati/wali kota dan pimpinan DPRD se-Jateng
Termasuk Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra hari ini menandatangani Pakta Integritas, dalam dialog antikorupsi bersama KPK RI di grhadhika bhakti praja, Semarang.
Agenda ini disebut sebagai sinyal nasional, bahwa Jawa Tengah sedang membangun sistem pemerintahan yang lebih berani, terbuka dan siap diawasi secara ketat oleh lembaga antirasuah.
Pakta integritas menekankan larangan keras praktik suap, gratifikasi dan pemerasan dalam berbagai sektor pemerintahan, terutama pengelolaan anggaran dan pengadaan barang/jasa yang selama ini rawan penyimpangan.
Selain itu, penguatan pengawasan internal menjadi fokus penting, agar kedepan potensi korupsi dapat dicegah. sebelum berkembang menjadi kasus besar”, kata Plt. Bupati Pati didampingi Ketua DPRD, H. Ali Badruddin, S.E kepada wartawan, Senin (30/3/26).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan seremonial.
Ia menyebut, bahwa komitmen tidak akan melindungi siapa pun yang terlibat korupsi. Menurutnya, pejabat harus sadar bahwa mereka adalah pelayan rakyat, bukan penguasa yang kebal hukum.
Dialog ini pun mendapat perhatian luas, karena dilakukan di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kasus-kasus korupsi daerah
Sehingga Jawa Tengah dipandang sedang berusaha menjadi contoh nasional, dalam reformasi tata kelola pemerintahan”, tutup Ahmad Luthfi.(red)






















Discussion about this post