JAKARTA, INFODETIK.CO I Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus menegaskan bahwa pers memiliki peran historis dan strategis sebagai penjaga narasi bangsa, dari masa ke masa, termasuk di era digital saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Firdaus dalam rangkaian audiensi SMSI Pusat dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, yang juga membahas persiapan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten.
“Dari cerita rakyat hingga berita digital, pers memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga narasi Indonesia.
Agar jati diri bangsa tetap hidup, berakar dan berdaulat atas maknanya sendiri,” ujar Firdaus kepada wartawan, Jumat (23/1/26).
Ia menilai, perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam dunia jurnalistik.
Namun, nilai dasar pers sebagai penyampai kebenaran, penjaga ingatan kolektif, dan pengawal kebudayaan tidak boleh luntur.
Dalam audiensi tersebut, Kementerian Kebudayaan menyampaikan komitmennya untuk menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan nasional dan momen Hari Pers, Presiden RI Prabowo Hadir.
Media siber dipandang sebagai mitra strategis negara dalam menghidupkan dan menyebarkan nilai-nilai kebudayaan kepada masyarakat luas.
Firdaus juga menyoroti pembangunan Museum Siber SMSI di Kota Serang, Banten, sebagai wujud nyata tanggung jawab pers digital dalam mendokumentasikan perjalanan jurnalistik bangsa.
Melalui HPN 2026, SMSI berharap sinergi antara negara dan media siber semakin kuat, sehingga pers Indonesia mampu terus beradaptasi
Dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri dan nilai kebangsaan”, kata Ketum SMSI Pusat.(red)






















Discussion about this post