PATI – Kepolisian Sektor Tayu berhasil menggagalkan rencana tawuran remaja berkedok perang sarung di wilayah Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati,Selasa (17/3/2026).
Dalam operasi patroli tersebut, tujuh remaja yang sebagian besar masih berstatus pelajar diamankan bersama delapan unit sepeda motor.
Kapolresta Pati, Kombes Pol. Jaka Wahyudi melalui Kapolsek Tayu, AKP Aris Pristianto menjelaskan bahwa pengamanan ini berawal dari patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD)
Yang digelar untuk mengantisipasi gangguan keamanan selama bulan suci ramadan.“Sekitar pukul 01.00 WIB
Anggota patroli menemukan sekelompok remaja berkumpul di jalan baru Tayu Kulon–Bulungan dengan gerak-gerik mencurigakan,” jelas AKP Aris kepada wartawan
Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menduga para remaja tersebut, sedang bersiap melakukan aksi perang sarung dengan kelompok dari desa lain.
Fenomena perang sarung sendiri kerap terjadi di kalangan remaja saat ramadan. Awalnya dianggap sebagai permainan
“Namun, dalam praktiknya sering berkembang menjadi tawuran yang berbahaya. Dalam operasi tersebut, petugas juga menemukan satu sarung yang diduga akan digunakan sebagai alat dalam aksi tawuran.
Ada delapan sepeda motor yang dibawa para remaja turut diamankan. Motor yang disita antara lain Yamaha Mio J, Yamaha Mio GT, Honda Beat Street, Honda Beat
Honda Vario merah, Honda Beat putih merah, Honda Beat putih biru, serta Honda Vario hitam. Dari pemeriksaan ponsel para remaja, polisi juga menemukan percakapan dalam grup WhatsApp
Mengarah pada rencana tawuran, dengan kelompok remaja dari Desa Pule dan Desa Bulungan.
Saat ini, ketujuh remaja tersebut telah dibawa ke Mapolsek Tayu untuk dilakukan pendataan serta pembinaan.
Kapolsek Tayu menambahkan bahwa langkah ini merupakan upaya pencegahan, agar kedepan tawuran tidak benar-benar terjadi.
“Ini langkah preventif. Kami ingin memastikan keamanan wilayah tetap terjaga, selama bulan suci ramadan,” kata AKP Aris Pristianto dengan nada tegas.
Polsek Tayu juga akan memanggil orang tua para remaja, untuk memberikan pembinaan serta membuat surat pernyataan. agar anak-anak mereka tidak mengulangi perbuatannya.
Kapolsek Tayu mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka
Supaya tidak terlibat dalam aksi yang dapat mengganggu keamanan lingkungan. “Ramadan seharusnya diisi dengan kegiatan positif
Bukan justru melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik,” ungkap AKP Aris Pristianto.(red)






















Discussion about this post