PATI – Pemerintah desa di wilayah Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, mengeluhkan menurunnya Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang dinilai semakin memberatkan roda pemerintahan desa.
Keluhan itu muncul, karena banyak program pemerintah yang harus dilaksanakan, namun dana desa diterima justru mengalami penurunan signifikan.
Kepala Desa Pegandan, Sudarmono mengungkapkan bahwa anggaran desa kini hanya sekitar Rp400 juta per tahun.
Padahal, berbagai program baru terus bermunculan dan membutuhkan dana besar. Dalam rapat koordinasi kepala desa se-Kecamatan Margorejo yang digelar di balai Desa Muktiharjo, Kamis (2/4/2026).
Sudarmono menyoroti program KDMP yang disebut membutuhkan anggaran hingga Rp1 miliar.
“Anggaran per tahun sekarang turun jadi Rp400 juta masih kurang. Banyak program pemerintah membuat susah untuk dilaksanakan.
Seperti sekarang program KDMP saja sudah satu miliar, terus sisa paling berapa ratus juta,” kata Kades Pegandan kepada wartawan.
Ia menegaskan, jika anggaran hanya tersisa sedikit setelah dialokasikan untuk program besar, maka pembangunan lain di desa akan terhambat.
Hal tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada pelayanan publik, kegiatan pemberdayaan masyarakat, serta perbaikan infrastruktur desa yang selama ini menjadi prioritas.
Para kepala desa berharap pemerintah pusat maupun daerah mengevaluasi kembali kebijakan anggaran
Agar desa tidak hanya dibebani program, namun juga diperkuat dengan dukungan dana yang sesuai”, pungkasnya.(red)





















Discussion about this post